Minggu, 26 Agustus 2012

the story

weleh 2011 november,saya dan teman saya yang berjempol bau bernama bagol bersama adik adik kami mengikuti ruang aspirasi yang bernama FASS...nervous,itulah suasana yang memancing kepribadiaan kedua saya untuk muncul.ya,saya adalah orang energik yang tak tahu umur tetapi jika sudah nervous akan berubah menjadi anak pendiam seperti anak ustadz.yah disitulah salah satu wonder stories of my life bermula

 saya berjalan menyusuri lobby hotel mercury makassar dengan menggunakan pakaian putih abu-abu berbalutkan jaket warna warni yang tidak sesuai dengan auraku.pintu besar ballroom hotel tersebut sudah berdiri kokoh didepan kedua mata sipitku ini disampingnya ada dua orang resepsionis(mungkin itulah namanya)yang memegang buku besar dan menyuruh kami menuliskan nama dan asal kabupaten beserta dengan tanda tangan.ya itu hanya administrasi dasar dari event yang sebentar lagi akan mengubah hidupku.

aku membuka pintu besar tadi dan segera memasuki ballroom tersebut..didalamnya terdapat segerombolan anak anak smp dan sma juga beberapa anak sd yang waktu itu melakukan sderetan gerakan gerakan yang membuat mereka tampak seprti sedang mengidap penyakit parkison...dan tentulah saya tidak berminat melakukannya..tetapi apa yang terjadi tidak seperti niatku sebelumnya.bagol ikut menari dengan gerakan yang sngaja dibuatnya menjadi lebih enerjik dan membuatnya menjadi pusat perhatian..yah itulah misinya,mengumpulkan perhatian sebanyak banyaknya untuk mendapatkan voting berlimpah di ajang pengumpulan suara di akhir acara nanti..yah untuk menentukan peserta yang akan mengikuti FAN dan KAI di tahun berikutnya,

acarapun dimulai dua orang yang aku kenal pertama adalah rani dan inal sepasang kekasih(canda) yang masih lebigh normal dari pada persahabatanku dengan senior gila yah bagol namanya..kursipun diatur berbentuk U menghadap ke spanduk besar bertuliskan anak sulsel menghargai keberagaman..seperti biasa aku mengikuti prolog event tersebut dengan rasa BOSAN...pastilah aku yang tidak sesuai dengan ruang tertutup akan merasa bosan..berjam jam penjelasan tentang hak hak anak dan yang lainnya...akan tetapi tiba" rasa bosan tebal yang menyelimutiku lenyap setelah melihat seseorang dengan rambut sepundak dengan baju dan kacamata frame ungu yang  duduk diarah setengah satu di depanku..kacamatanya mengkilap dan itu karena lampu diatasnya....15 menit mataku bagaikan bermandikan lem korea kualitas ori dan ditempelkan diwajahnya..entah mengapa dia sangat..yah..berkilau..entah itu karena lampu diatasnya atau memang kilauan dari auranya sangat menusuk mata...

akhirnya sesi pengenalan selesai,sekarang adalah sesi pengenalan 4 masalah dasar anak..posisi bangku kami berjejer seperti bangku di sekolahan.yah aku masih berangan-angan tentang si kacamata ungu trsebut..dan keajaiban terjadi..aku melihat bangku disebelah gadis itu kosong dengan semua kePD-an yang tak sebanyak lemak dibadanku..aku pergi menghampirinya ,ternyata dia adalah gadis yang ramah,aku mengajaknya berkenalan dan sedikit basa-basi..hanya satu objektif waktu itu..da itu adalah meminta nomor handphonenya..tapi mungkin karena confidence yang menipis aku gagal melakukannya aku hanya bisa menahan rasa dan memerhatikannya secara diam-diam..oh ia nama wanita itu adalah indira arum
proses voting selesasi dan ahasilnya adalah aku bagol rani inal adikku dan tentu saja ARUM terpilih tapi sayangnya kami masuk dalam bagian yang terpisah..disitulah kisah sebenarnya bermula
hari hari pembekalan yang kujalani dengan amburadul..bagaimana tidak semua yang kukerjakan kulakukan secepat"nya hanya demi tidak kehilangan kesempatan untuk memerhatikan gerak-gerik sang arum..di hari pembekalan itu juga allah  membantuku di mengirimkanku bantuan dalam bentuk buku absen.yah disitulah aku mendapatkan nomor hape sang kacamata ungu.

sms dengan kata "hey" kulontarkan ke hape-nya dan balasan yang singkat khas untuk stranger dia berikan untukku...pertanyaan "siapa ini?" dan disusul dengan balasan"oh" setelah menjawab pertanyaannya..cukup untuk membuat badan berlemakku drop..tapi karena rasa yang menggebu aku terus meng smsnya dengan pede...hujatannya yang dititipkan lewat adikku cukup untuk membuatku bergidik tapi bukan untuk berhenti

di hari terakhir aku mulai (sangat)sedikit akrab dengan dia,senyum penuh harapan kulontarkan setiap berhadapan dengannya dan yang pasti dia membalas dengan senyuman kecut..

cobaan kudapatkan,mulai dari perasan inal kearum,dan yang paling membuatku down adalah perhatian arum kesahabatku..bagol...rasanya seperti ribuan sosis panas dimasukkan ke hidungku...pengap total......hari pembekalan selesai..aku berusaha mendapatkan posisi disampingnya ketika foto bersama.dan itu berhasil walaupun hanya satu foto..tapi itu adalah foto yang berharga hahaha

tiada hari'ku tanpa sms kukirimkan kepadanya semakin lama kami semakin akrab.persaanku pun semakin pengap mengisi hatiku..dia adalah wanita pertama yang membuatku kasmaran level tinggi dan sampai saat ini masih dia seorang yang mebuatku begini..

 suatu hari aku menyatakan cinta kepadantya tapi bagaikan hatiku remuk dinjak  truk ..."dia punya pacar"
itulah kalimat yang terus mengisi kepalaku..tapi entah mengapa persaanku terlalu kuat kepadanya..aku masih bertahan dan terus berjuang..semua hari" kulalui dengan tak sedikitpun dia hilang dr kepala botakku ini..

.apa lagi ketika aku mengalami kecelakaan di gunung di daerah jeneponto..ketika aku terjatuh menghadap ke tumpukan batuan gunur yang besarnya melebihi badanku..terlintas wajahnya dengan memakai kacamata ungunya...setelah kudapatkan kesadaranku setelah beberapa menit aku bersyukur masih hidup walaupun bahu kananku dengan  lutut kiriku remuk.... 3 hari kemudian aku melakukan pendakian berikutnya walaupun dengan kaki pincang dan satu tangan.....sesampaiku dipuncak aku mendapatkan inspirasi untuk  menyatakan cintaku lagi kepada arum tapi tetap jawabannya sama itu karena aku dengan bodohnya menembak dhita karena emosi dan karena itu juga hari ini aku mendapatkan masalah yang sangat besar ....

bulan  mei 2012 aku bertemu dengannya lagi dalam event yang sama...akan tetapi si toraja boy..yang bernama galo...orang dengan super luck yang mendapatkan hati arum ikut kedalam event itu juga...dengan menahan amarah yang membuat mukaku memerah bagaikan seragam pegawai SPBU ketika melihat galo dengan indahnya duduk disamping arum didepan mataku...objektifku waktu itu hanya satu,menghabiskan makananku secepatnya,kabur ke wc,dan menendang toilet sampai amarahku padam...ya aku tahu itu tiga bukan satu...tawa bagol mengiringi kepergianku ke arah wc.hari berikutnya tetap sama ..galo duduk disamping arum membuatku hilang kendali dan mencoba pdkt ke primadhita...pdktku berhasil tetapi emosiku belum hilang,,aku mencoba mengjipnotis diriku sendiri untuk mencintai dhita tapi tak pernah berhasil yang ada cuma spekulasi tingkat tinggi yang menjadi keahlianku..aku bersyukur waktu itu ketika mengetahui galo tak berhasil mengikuti FAN bersama sang aru,




lagi lagi karena rasa frustasi dan pesimis yang meng take over kendali pikiranku aku menembak dhita di batam,,,,kucoba untuk melupakan arum yang waktu itu aku sangat marah kepadanya itu karena..yah perasaanku yang tak terbalas mencoba berfikir bahwa aku tidak menbutuhkannya lagi...tetapi 14 hari setelah kepulanganku dari batam aku tersadar ini sangat salah dan akupun memutuskan semua komunikasi kesemua kontakku....2 hari kemudian aku  mencoba menghubingi arum ..dan disitulah dia memberi tahukanku tentang postingan di bloknya yang membuatku seperti orang yg baru sadar dr amnesia akut ,merasa bersalah dan menangis sedih semalaman.yah sangat memalukan...panitia mos tergalak diskolahku  menangis karena satu cerita realita..yang dituliskan arum..

aku sangat merasa bersalah dan mencoba kembali mengejarnya melupakan semua kesalahan mulai dari hubunganku dengan ditha,usahaku untuk move on mendadak semua kulupakan dan berlari mengejar bayangnya yang seolah menjauh dariku..sampai sekarang dia  seolah mengasingkan diriku dan membuat kepala batuku menjadi melow..kacau aku yang tidak tahan begadang,terkena insomnia hingga menjelang subuh..dan yang kulakuan adalah hanya merenung dan menangis.sangat memalukan...tetapi rasa malu itu tidak menghambat rasa bersalahku..aku bangkit..kembali menjadi childish..setelah dengan susah payah membangun karakter dewasa...entah mengapa aku lebih memilih menderita lagi mengejar bayangnya lagi walaupun aku tahu dia akan berfikir bahwa aku terlalu egois untuk kembali mengejarnya....

For indira arum
this story is real and without a lie even a bit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar